Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menyiapkan aturan terkait pemblokiran ponsel ilegal melalui validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI).

IMEI pada setiap perangkat merupakan nomor identitas unik yang dikeluarkan oleh GSM Association untuk setiap slot kartu yang dikeluarkan produsen ponsel.

Jika perangkat ponsel memiliki slot SIM Card ganda, maka akan ada dua nomor IMEI yang dimiliki perangkat tersebut. Semua nomor IMEI akan didaftarkan ke Kemenperin saat sebuah ponsel akan dipasarkan di Indonesia.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Masukkan IMEI Ponsel, pengguna bisa menekan *#06# di ponsel. Bisa juga melihat kode IMEI pada kotak kemasan ponsel.
  2. Akses situs imei.kemenperin.go.id
  3. Masukan kode IMEI pada bagian yang telah disediakan
  4. Setelahnya akan muncul informasi legalitas ponsel, jika ponsel telah terdaftar.

“Bagi IMEI black market yang selama ini sudah digunakan akan tetap dapat digunakan, namun yang baru tidak dapat digunakan dan secara otomatis pendaftarannya akan ditolak,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate

Meski demikian, ponsel black market yang sudah aktif atau pernah digunakan dengan kartu SIM sebelum tanggal 18 April 2020 masih akan tetap berfungsi sebagaimana biasanya.

Pemberlakuan blokir IMEI ini hanya berlaku bagi perangkat perangkat handphone, komputer genggam, dan komputer tablet (HKT) dan tidak berdampak bagi turis yang menggunakan layanan roaming internasional.

Sharing is caring!

Luca Zar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *